Pengumuman Peserta Mon Décor Painting Festival 2008

8 05 2008

Mon Décor Painting Festival 2008: FREEDOM. Setelah dilakukan seleksi terhadap 713 proposal karya, maka Tim Juri yang terdiri dari DR. M. Agus Burhan (Ketua), Jim Supangkat, Ivan Sagito, dan Kuss Indarto, telah memutuskan sebanyak 30 karya/seniman untuk lulus menjadi peserta pameran Freedom. Pameran akan berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta, 30 Mei-4 Juni 2008, dan di Galeri Nasional, 23 Mei-3 Juli 2008. 30 karya/seniman hasil seleksi tersebut akan berpameran bersama karya para seniman undangan. Berikut nama-nama tersebut.

Baca entri selengkapnya »




Jakarta Art Award 2008

15 04 2008

Pemerintah DKI Jakarta dan Pasar Seni Ancol Jakarta mengajak para pelukis Indonesia untuk berkompetisi secara terbuka dalam JAKARTA ART AWARDS 2008. Kompetisi ini adalah untuk ketiga kalinya, setelah DKI Jakarta dan Pasar Seni Ancol sukses menyelenggarakan Golden Pallete Awards 2005 dan Jakarta Art Awards 2006.

Baca entri selengkapnya »




Sebuah Perenungan Terhadap Kecendrungan Seni dan Budaya: Praktik Seni Berbasis Riset, dan KISS (Keep it simple, and stupid)

20 03 2008

Oleh: Nasbahry Couto

KISS (Keep it simple, and stupid)

Fenomena yang terdapat dalam dunia desain, perencanaaan pembangunan daerah atau strategi perang, bisa saja masuk ke dalam dunia seni. Kreatifitas seni dan desain dapat berorientasi kepada pemakai/pasar (user oriented), kepada peningkatan nilai visual dan fungsi seni (use oriented), yang ketiga adalah KISS. Yang terakhir ini menarik karena keunikannya.

Baca entri selengkapnya »




Indonesia Art Award 2008 (IAA)

19 03 2008

INDONESIA ART AWARD (IAA) adalah kompetisi seni rupa dan pemberian award bagi para seniman Indonesia. IAA merupakan program tetap Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), diselenggarakan sejak tahun 1994 dengan nama Phillip Morris Art Awards. Dan sejak tahun 2001 program ini dinamakan Indonesia Art Award. Kompetisi ini bertujuan untuk mengukur perkembangan mutakhir dalam praktik seni rupa sekaligus merangsang dan memacu berbagai penemuan baru yang terus diupayakan oleh seniman Indonesia.

Baca entri selengkapnya »




Mon Décor Painting Festival 2008

19 03 2008

TEMA: FREEDOM

Ingatan tentang Kebangkitan Nasional 100 tahun lalu adalah ingatan tentang hasrat kita pada kebebasan dari kolonialisme modern. Ingatan tentang Gerakan Reformasi 10 tahun lalu adalah ingatan tentang hasrat kita pada kebebasan dari rezim militeristik Orde Baru. Lalu, apa itu kebebasan untuk konteks hari ini?

Tema FREEDOM diharapkan menjadi titik picu untuk membayangkan, memandang, menggagas, menyoal, dan memikirkan kembali makna kebebasan (dalam arti yang luas) dari perspektif seniman lewat bahasa visual, khususnya seni lukis. Oleh karenanya, situasi sosial politik kontemporer tidak sepenuhnya menjadi titik acu utama dalam visualisasinya.

Baca entri selengkapnya »




Pasar Seni Rupa dan Komoditi

28 02 2008

Oleh : Ibrahim

Hasrat pemenuhan kebutuhan dengan karya seni tidaklah keliru jika dipandang sebagai kondisi alamiah bahkan suatu yang didambakan. Seiring dengan perkembangan di segala aspek kehidupan, seni juga turut aktif memengaruhi kondisi sosial ke sebuah peradaban modern yang ditandai pada pemanfaatan seni itu sendiri dalam memenuhi dan membentuk kebutuhan-kebutuhan yang semakin kompleks. Ini bisa kita baca dari proses penciptaan kebutuhan-kebutuhan ”baru” yang dimanifestasikan melalui karya seni, baik dalam bentuk produk maupun pencitraan. Begitu juga halnya ketika berbicara komoditi yang sarat dengan pemanfaatan seni rupa sebagai produk komoditi maupun untuk pencitraan. Sehingga ini menjadikan pembicaraan akan seni rupa juga semakin luas dan tak terbatas. Untuk lebih lebih lanjut ada baiknya dilihat dulu sebisanya apa kira-kira kriteria dari komoditi.

Baca entri selengkapnya »




Pembicaraan Saya dengan Saya

15 01 2008

Oleh: Nasbahry Couto

Dalam tulisan ini saya bermaksud meretrospeksi wacana seni di daerah, khususnya di Sumatera Barat atau Padang. Segala aspek tentang seni, bisa dibicarakan, dari saya dan untuk saya.

Baca entri selengkapnya »




Era Revolusi Digital dalam Desain Grafis untuk Mendukung Ekonomi dan Industri Kreatif

18 12 2007

Oleh: Nasbahry Couto

Dalam pandangan ahli sejarah, abad ke 21 adalah era revolusi digital. Abad ini ditandai oleh sistem informasi dan komunikasi yang sepenuhnya akan dikuasai oleh media digital, seperti teknologi komputer dan perangkat lunaknya. Salah dampak dari revolusi itu adalah timbulnya kesadaran baru tentang ekonomi berdasarkan kreatifitas individual, dan tidak lagi berdasarkan potensi sumber daya alam yang semakin menipis dan mahal. Akibat dari pandangan ini baru ini,maka semua aspek kebudayaan akan bergeser ke dimensi baru ini termasuk aspek ekonomi, aspek pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Yang jadi pertanyaan penulis adalah bagaimana pemerintah menyiapkan sektor pendidikan untuk menghadapi abad ke 21 ini. Terutama untuk menyiapkan potensi anak bangsa melalui pendidikan seni rupa dan desain yang sangat erat hubungannya dengan revolusi digital, dan ekonomi kreatif. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan seni dan desain adalah alat (agent) yang memiliki kekuatan untuk menjadikan sesuatu yang tidak ada (nothing) menjadi ada (thing), dan alat agar ide menjadi aksi (action). Dengan sedikit menjelaskan sejarah seni dan desain. Penulis dapat membuka mata tentang kelemahan sektor pendidikan seni rupa dan desain, dimana KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diasumsikan tidak sempurna untuk diterapkan, baik untuk ekonomi kreatif maupun untuk menyongsng era digital

Baca entri selengkapnya »




Sisa: Re-use, Collaboration and Cultural Activism from Indonesia

4 11 2007

Sisa is the Indonesian word for ‘remains’ or ‘leftovers.’ Located somewhere between folk art, design, and public intervention, much of this work generates new forms of expression from the rejection of hyper-consumption and over-development.

Baca entri selengkapnya »




Ragam Kekinian Seni Lukis Sumatera: Bangkit dan Suarakan!!!

21 10 2007

Oleh: Suwarno Wisetrotomo

Ikhwal Identifikasi
Dalam rangkaian denyut kegiatan seni rupa di Indonesia, saya kira hanya di daratan pulau Sumatera yang memiliki kegiatan dengan label “se Sumatera” seperti kegiatan kali ini, “Pameran Lukisan dan Dialog Perupa Se-Sumatera (PLDPS) X”. Sebuah kegiatan yang bertahan dalam rentang waktu yang panjang (kali ini yang kesepuluh). Kita semua tahu, menjaga kegiatan semacam ini agar tetap berkesinambungan, sungguh tak mudah. Kita bisa membayangkan sejumlah kerumitan penyelenggaraan; koordinasi, komunikasi, termasuk biaya. Dalam kaitan itu, kita pantas memberikan apresiasi yang tinggi pada “para penjaga perhelatan PLDPS” atas komitmen dan integritasnya. Bahkan di Jawa, tidak ada perhelatan yang secara spesifik disebut sebagai “pameran seni rupa se Jawa” misalnya (tentu saja segera bisa dijelaskan, bahwa hal itu belum tentu penting dan diperlukan untuk konteks Jawa, karena di Jawa dinamika dan ruang kompetisi begitu tinggi; baik yang dilakukan individu, kelompok, institusi seperti biennale, atau pameran-pameran berkala lainnya. Skala penyelenggaraannya juga beragam; dari yang lokal hingga internasional, semua dapat diakses dengan leluasa).

Baca entri selengkapnya »