OLEH: NASBAHRY COUTO
Dalam pandangan ahli sejarah, abad ke 21 adalah era revolusi digital. Abad ini ditandai oleh sistem informasi dan komunikasi yang sepenuhnya akan dikuasai oleh media digital, seperti teknologi komputer dan perangkat lunaknya. Salah dampak dari revolusi itu adalah timbulnya kesadaran baru tentang ekonomi berdasarkan kreatifitas individual, dan tidak lagi berdasarkan potensi sumber daya alam yang semakin menipis dan mahal. Akibat dari pandangan ini baru ini,maka semua aspek kebudayaan akan bergeser ke dimensi baru ini termasuk aspek ekonomi, aspek pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Yang jadi pertanyaan penulis adalah bagaimana pemerintah menyiapkan sektor pendidikan untuk menghadapi abad ke 21 ini. Terutama untuk menyiapkan potensi anak bangsa melalui pendidikan seni rupa dan desain yang sangat erat hubungannya dengan revolusi digital, dan ekonomi kreatif. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan seni dan desain adalah alat (agent) yang memiliki kekuatan untuk menjadikan sesuatu yang tidak ada (nothing) menjadi ada (thing), dan alat agar ide menjadi aksi (action). Dengan sedikit menjelaskan sejarah seni dan desain. Penulis dapat membuka mata tentang kelemahan sektor pendidikan seni rupa dan desain, dimana KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diasumsikan tidak sempurna untuk diterapkan, baik untuk ekonomi kreatif maupun untuk menyongsng era digital






KOMENTAR