Pada bulan April 2008, akan berdiri sebuah pusat kesenian yang bernama Komunitas Salihara.

Pusat kesenian ini, yang bertempat di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akan terdiri dari gedung teater black box, ruang pameran, ruang serbaguna, toko buku, perpustakaan, dan kafe.

Komunitas Salihara memberi tempat bagi karya seni dan intelektual yang bermutu, yang menghargai kemajemukan dan kebaruan. Dengan mengajak masyarakat menghargai karya-karya demikian, kami juga memperluas ranah kebebasan berpikir dan berekspresi. Komunitas Salihara didirikan oleh orang-orang yang bergiat di Komunitas/Teater Utan Kayu (www.utankayu.org).

Demi kiprah di atas, kami undang anda mengikuti Sayembara Pembuatan Logo Komunitas Salihara. Kami akan memilih hanya 1 (satu) pemenang, dengan hadiah Rp 10 (sepuluh) juta.


Persyaratan:

• Sayembara terbuka untuk siapa saja, kecuali mereka yang bekerja di lingkungan Komunitas Utan Kayu beserta keluarga mereka.
• Karya logo harus asli.
• Tiap peserta boleh mengirim sebanyak-banyaknya 3 buah karya logo.
• Logo mencantumkan nama SALIHARA, dan sesederhana mungkin dalam bentuk dan pewarnaan.
• Setiap logo dibuat dalam 2 ukuran, yakni 20 x 20 cm2 dan 1 x 1 cm2, masing-masing dalam bentuk cetakan di atas kertas putih maupun file elektronik beresolusi tinggi.
• Sayembara ditutup pada tanggal 30 Juni 2007.
• Kirimkan karya anda dalam bentuk cetakan maupun CD ke Panitia Sayembara Logo, Komunitas Utan Kayu,Jl.Utan Kayu 68-H,Jakarta Timur 13120.Cantumkan alamat lengkap, no telepon, dan alamat e-mail anda. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Asty di Komunitas Utan Kayu pada no telepon 0218573388 ext. 144 atau 0811182057.

Perlu kami beritakan bahwa:

• Pemenang akan diumumkan pada pertengahan Juli 2007.Dalam hal ini keputusan juri bersifat mutlak.
• Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
• Penyelenggara memiliki karya pemenang, namun tidak wajib menggunakan logo tersebut.
• Komunitas Salihara berhak mengubah logo pemenang sesuai dengan kebutuhan.

About Komunitas Seni Belanak

Komunitas Seni Belanak

Komentar ditutup.