PADANG– Seni rupa Sumatra Barat banyak dikenal di luar daerah, namun sampai kini imej (citra) tersebut tidak terjaga. Seperti yang dikatakan Ibrahim S,Pd, praktisi seni rupa dari UNP, seni rupa Sumatra Barat yang dibeli hanya karyanya, bukan citra.
“Yang dibeli atau yang dikoleksi dari seni rupa kita itu adalah karyanya, bukan citranya. Ke mana akan dibawa seni rupa Sumbar ini?” ujarnya pada acara silaturahmi dan diskusi masyarakat seni rupa Sumatra Barat di ruang pameran Taman Budaya, hari ini, Rabu (27/02).

Menurut kurator dari komunitas seni Belanak yang akrab disapa Boim ini, kolektor dari luarlah yang membawa karya seniman Sumbar sehingga mereka leluasa menjelajahi proses kreativitas seniman Sumbar di antara keterlenaan masyarakat yang siap terperangah karena suatu saat akan merasa kehilangan.

Drs.Syafwan Ahmad, M.Si, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan, citra perupa Sumbar sudah ada, sudah terbentuk, sudah berdiri, tinggal bagaimana membangun dan memperkuat citra itu sendiri.

“Kita perlu membangun citra perupa-perupa Sumbar. Langkah pertama, dari sumber daya manusia. Para perupa dan pelukis harus menambah wawasan pribadi sehingga citranya makin dikenal luas,” jelas Syafwan. Selain itu, ia juga menganjurkan perlunya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Menurut Syafwan, karya perupa Sumatra Barat seperti merantau. Di luar daerah dibeli dan dikoleksi orang, tetap di kampung sendiri tidak hidup. (Iggoy)

Dari: Padangmedia.com

About Komunitas Seni Belanak

Komunitas Seni Belanak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s